Tampilkan postingan dengan label yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yesus. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Oktober 2010

Pernikahan Anak Domba Allah (4)


Serial Kotbah Akhir Jaman.


Kitab Wahyu adalah kitab yang ditulis oleh Rasul Yohanes pada masa tuanya dalam pembuangan di pulau Patmos. Disana dia menerima wahyu dari Tuhan Yesus tenang segala hal yang akan terjadi pada akhir jaman. Akhir jaman adalah suatu masa, dimana setiap manusia akan menuju. Sebenarnya disanalah masa depan manusia sebenarnya. Apakah manusia menyadari akan hal ini ?

Saya pribadi percaya bahwa Kitab Wahyu ditulis secara kronologis, artinya setiap hal yang diceritakan dalam suatu pasal, pastilah terjadi setelah kejadian yang diceritakan pada pasal sebelumnya. Contohnya, pada pasal 21, ada perikop yang berjudul "Yerusalem yang baru", dan apa yang terjadi pada perikop ini pastilah terjadi setelah apa yang terjadi dalam perikop "Langit yang baru dan bumi yang baru".

6.FirmanNya lagi kepadaku : "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan kuberi minum cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7.Barang siapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anakKu. 8.Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." (Wahyu 21:6-8).


Pada Wahyu 21:6-8 ini, Tuhan Yesus menjanjikan bahwa langit yang baru dan bumi yang baru akan diberikan kepada semua orang yang menang, dan Tuhan Yesus akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi anak Tuhan, dan pada ayat 8 diinformasikan bahwa orang-orang dengan kriteria tertentu TIDAK bisa masuk kedalam Kerajaan Allah. Pertanyaannya sekarang adalah, SIAPAKAH yang dimaksud dengan orang-orang pada ayat 8 itu ? Apakah yang dimaksud adalah orang-orang Kristen atau non-Kristen ?

Dari kotbah yang saya dengarkan, ternyata orang-orang itu adalah orang-2 Kristen, yang sudah mengenal Tuhan Yesus, bahkan mungkin juga telah melayani, atau rajin beribadah, pokoknya hidupnya kelihatan sangat rohani..., tetapi mengapa Tuhan menolak mereka ?

Mari kita lihat satu-persatu kriteria orang-orang yang dimaksud pada ayat 8 itu sbb :

1. Orang-orang penakut. Orang-orang penakut adalah orang-orang Kristen yang tidak berani menunjukkan iman dan eksistensinya sebagai orang Kristen. Contohnya adalah orang-orang Kristen yang takut untuk berdoa makan ketika makan di restoran, karena takut atau merasa tidak enak, atau ketika akan ke gereja tidak membawa/menyembunyikan alkitabnya, karena merasa tidak enak bila membawa alkitab di tempat umum.

2. Orang-orang yang tidak percaya. Orang-orang yang tidak percaya adalah orang kristen yang tidak percaya kuasa dari firman Tuhan. Contohnya adalah ketika firman Tuhan mengatakan bahwa bila ada orang yang sakit, hendaknya didoakan dengan diolesi dengan minyak urapan, maka orang yang sakit itu akan sembuh. Orang yang tidak percaya, tidak akan mempercayai firman ini dan tidak percaya akan kuasa dari minyak urapan.

3. Orang-orang keji. Orang-orang keji adalah orang kristen yang senang mencemari tubuhnya dengan kesenangan duniawi/dosa. Contohnya adalah ketika orang yang selalu berbuat dosa dan selalu kemudian minta ampun, karena mereka menganggap bahwa Tuhan itu baik, dan selalu mengampuni. Mereka mempermainkan anugerah pengampunan dosa.

4. Orang-orang pembunuh. Orang-orang pembunuh adalah orang-orang Kristen yang tidak bisa berdamai, tidak bisa mengampuni dan yang membenci sesamanya (1 Yoh 3:15).

5. Orang-orang sundal. Orang sundal adalah orang Kristen yang selalu berfikiran zinah dan cabul.

6. Tukang Sihir. Tukang-tukang sihir adalah orang- Kristen yang sudah tahu bahwa Yesus adalah Tuhan, tetapi mereka terikat dengan ramalan-ramalan (feng shui, kartu tarot, horoskop, miras, narkoba, ramalan telapak tangan, dll).

7. Penyembah berhala. Berhala yang dimaksud bukan hanya berbentuk patung, atau jimat, tetapi semua hal yang diperlakukan/diperhatikan lebih tinggi daripada Yesus. Contohnya adalah ketika misalnya seseorang sudah ada di depan gedung gereja, tetapi tiba-2 ingat bahwa handphonenya ketinggalan dirumah, maka ia leboh mementingkan untuk pulang mengambil hp-nya daripada ikut ibadah.

8. Pendusta. Pendusta adalah orang-orang kristen yang senang bohong, dusta, ingkar janji atau bersumpah tetapi tidak bisa memenuhi sumpahnya.

Demikianlah isi firman Tuhan, dan firman ini sebagai koreksi diri kita semua, bahwa sebagai orang-2 kristen, janganlah sampai kita termasuk dalam kriteria diatas, agar kita tidak ditolak masuk ke Kerajaan Allah, ditolak masuk ke langit dan bumi yang baru.

Mari kita bertobat, dan pakailah waktu yang ada dengan sebijaksana mungkin untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan, agar kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah.


Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

APAKAH SAUDARA SEORANG PERCAYA ?



Dalam salah satu kebaktian minggu yang saya ikuti, pertanyaan diatas diucapkan oleh pendeta yang menyampaikan kotbah pada hari itu. Pertanyaan itu aslinya ditanyakan oleh seorang penatua gereja kepada pendeta tsb pada saat ada suatu acara pertemuan gereja.

Pertanyaan yang menggelitik, mengapa dia menanyakan "Apakah sudara seorang percaya ?", bukannya "Apakah saudara seorang Kristen ?"

Kalau kita telaah lebih mendalam, pertanyaan "Apakah saudara seorang percaya ?", lebih dalam artinya daripada "Apakah saudara seorang Kristen ?", karena kalau seorang percaya kepada Yesus, maka pastilah dia seorang Kristen, tetapi seorang Kristen, belum tentu dia seorang percaya.

Untuk lebih jelasnya, mari kita buka Firman Tuhan yang tertulis di Markus 9:14-29.

Pada perikop Firman Tuhan itu, diceritakan bahwa ada seorang ayah mempunyai anak yang dirasuki oleh roh bisu dan tuli sejak masa kecilnya, dan roh itu senantiasa hendak mencelakakan diri anak itu. Sang ayah sudah mencoba meminta tolong kepada murid-2 Yesus untuk mengusir roh jahat itu, tetapi tidak berhasil, dan ketika bertemu dengan Yesus dia berdialog dengan Yesus dan mengatakan bahwa "Jika Yesus dapat berbuat sesuatu, maka dia minta tolong kepada Yesus dan minta dikasihani."

Mendengar perkataan si ayah, Yesus balik bertanya, " Jika Engkau dapat ? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya", dan si ayah segera merespon dengan kata-2 bahwa dia percaya, dan kemudian Yesus mengusir roh bisu dan tuli itu keluar dari si anak.

Dari cerita ini kita dapat mengambil pelajaran, bahwa mujizat dapat terjadi hanya karena kita percaya bahwa kita akan mendapat mujizat itu, dan semuanya tergantung sepenuhnya pada kita, bukan tergantung pada Tuhan. Sebagai anak Tuhan, sebagai ahli waris Kerajaan Suraga, maka sudah seyogyanya bahwa keberhasilan, kesuksesan, kebahagiaan, kekayaan itu menjadi bagian kita, karena di Surga tidak ada kesusahan, kemiskinan, kebangkrutan dan kegagalan. Kalau kita masih mengalami hal-2 itu, maka itu semua bukan salahnya Tuhan, tetapi salahnya kita sendiri, karena kita tidak percaya bahwa Tuhan Yesus sudah menyediakan semua itu bagi kita anak2Nya.

Perhatikan kalimat yang ducapkan oleh Tuhan Yesus pada ayat 23B, "Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya", disana Tuhan mengatakan bahwa Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya. Siapa yang dimaksud dengan orang percaya ? orang percaya adalah orang-2 yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, dan orang yang percaya kepada semua yang sudah dilakukan Yesus untuk memberi keselamatan dan menebus dosa manusia.

Tidak ada yang mustahil, artinya bahwa meskipun secara duniawi faktanya sudah tidak mungkin, tetapi bagi orang yang percaya, dia sama sekali tidak terpengaruh akan fakta duniawi yang terlihat, tetapi dia percaya sepenuhnya kepada Firman Tuhan, karena Tuhan sanggup mengubah suatu hal yang mustahil menjadi tidak mustahil. Opini yang sudah terbentuk dalam diri manusia, sering sekali membatasi kuasa Tuhan.

Sebagai contoh, kalau kita pernah naik pesawat di cuaca yang berkabut atau cuaca yang buruk atau berawan tebal, sang pilot tetap tenang saja mengemudikan pesawatnya dan yakin sampai tujuan meskipun sekelilingnya hanya tampak awan. Dia berpedoman kepada instrument yang ada di kokpit, dan dia percaya kepada instrument/petunjuk yang ada, dimana kalau dia mengikutinya dengan saksama, maka dia akan sampai ke tujuan.

Sama halnya dengan kita, kita tidak dapat melihat apa yang akan terjadi di depan kita, tetapi kalau kita mengikuti petunjuk yang Tuhan berikan dalam Alkitab dengan saksama, maka kita pasti sampai ke tujuan kita yaitu Surga yang mulia. Tuhan mengembalikan segala sesuatunya kepada kita, apakah kita mau percaya atau tidak, semuanya tergantung pada kita. Tuhan sudah selesaikan semua, dan siapkan semua yang baik bagi kita, dan tinggal terserah kepada kita apakah mau percaya untuk bisa mengambil semua itu atau tidak.

Sebagai tambahan, kita bisa pakai perkataan Yesus yang tertulis pada markus 9:25, kalau kita mau usir roh yang membuat bisu tuli, karena tidak semua bisa tuli disebabkan oleh penyakit, tetapi bisa juga disebabkan oleh roh jahat itu.

Iman percaya kita harus tetap bertumbuh, jangan hanya sebesar biji sesawi saja. Tuhan ingin iman kita bertumbuh menjadi kuat, oleh karena itu, sangatlah penting untuk selalu melibatkan Tuhan dalam setiap aktivitas kehidupan kita.

Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.